Menarik! Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Surakarta Turut Peringati Hari AIDS Sedunia 2023 Dengan Beragam Acara Di CFD Slamet Riyadi Surakarta

 

     Panggung yang didirikan KPA Surakarta untuk acara memperingati hari AIDS sedunia 2023 bertempat di depan BPR Sukadana pada Minggu (3/12/2023) 
(Sumber: Almira Neysa Fauzi)      

SURAKARTA, ANTASENA.com - Komisi Penanggulangan AIDS Surakarta atau KPA Surakarta adalah sebuah lembaga yang dibentuk untuk melakukan penanggulangan HIV dan AIDS secara komprehensif dan berkesinambungan di Kota Surakarta.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Surakarta tahun ini turut memperingati hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember dengan melakukan parade, kegiatan donor darah, dan hiburan lainnya pada Minggu (3/12/2023) di Car Free Day (CFD) Slamet Riyadi Surakarta. Parade dimulai dengan titik start  berada di depan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta dan berakhir di titik finish yaitu berada di panggung yang telah disediakan oleh KPA Surakarta tepatnya berada di depan BPR Sukadana Slamet Riyadi Surakarta.

Acara memperingati hari AIDS Sedunia 2023 yang diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Surakarta. Peringatan acara tahun ini diikuti oleh Forum Warga Peduli AIDS (WPA) Se-Surakarta, Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN), serta penggiat HIV.

Salah satu rangkain acara dalam rangka memperingati hari AIDS Sedunia tahun ini yaitu dilakukannya parade. Parade dilakukan dengan membawa spanduk yang bertuliskan “Memperingati Hari AIDS Sedunia 2023” dan “Bergerak Bersama Akhir AIDS 2030”. Spanduk dibawa oleh tiga orang perempuan memakai baju dresscode berwarna pink dan menggunakan selempang bertuliskan “Forum WPA Surakarta” yang berada di barisan paling depan. Selain itu, di sisi barisan belakang yang terdiri dari Forum Warga Peduli (WPA) AIDS Surakarta menggunakan dresscode berwarna putih dan membawa papan-papan tulisan yang bertuliskan “STOP AIDS 2030”, “WORLD AIDS DAY”, dan lain sebagainya. Titik finish yang berada di depan BPR Sukadana Slamet Riyadi Surakarta menjadi tempat dimana semua rangkaian acara dilakukan.

Setelah acara parade dilakukan dan para peserta parade sampai di titik finish yaitu dimana panggung berada. Acara resmi dibuka oleh Master Of Ceremony (MC) dengan mempertunjukkan tarian buto cakil sebagai tarian untuk membuka acara. Tarian Buto Cakil sendiri merupakan tarian yang berasal dari Surakarta, tarian yang menggambarkan adegan peperangan antara ksatria Pandawa melawan Cakil seorang tokoh raksasa. Saat tarian berlangsung menarik perhatian masyarakat yang berada di Car Free Day (CFD) sehingga banyak masyarakat yang menghentikan jalannya dan turut bergabung melihat tarian Buto Cakil tersebut. Setelah tarian selesai, MC mengambil alih dan melanjutkan acara selanjutnya yaitu dengan flashmob bersama kemudian dilanjutkan dengan hiburan musik.

Tidak hanya parade dan hiburan semata. Pada bagian sisi kiri panggung terdapat stand yang digunakan untuk melakukan kegiatan donor darah yang terbuka untuk umum. “Saya sebenarnya kepingin ikut donor darahnya mbak, cuman saya lagi gaenak badan makanya ini car free day cari keringet” ujar Siti. Salah seorang warga bernama Nissa juga mengutarakan pendapatnya, “Solo sekarang acaranya keren-keren sih, di Balaikota itu paling sering ya. Kemarin banyak acara memperingati hari disabilitas ada juga jalan sehat peduli Palestina sekarang ada acara memperingati hari AIDS sedunia. Acara yang kayak gini nih harus dipertahankan” ujarnya.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Surakarta berharap agar masyarakat terus bersemangat, terus berjibaku, dan bergotong royong dalam  memperingati hari AIDS pada setiap tahunnya sehingga dapat bergerak bersama akhiri AIDS 2030.    

Comments

Popular posts from this blog

Mendadak Menjadi Tempat Wisata, Jembatan Merah Kulon Progo Menyita Perhatian Masyarakat

Bawakan konsep berbeda, Apa kata penonton Pentas Produksi BKKT?