Pemindahan Rutan Surakarta ke Karanganyar Akan Memberikan Dampak Besar bagi Masyarakat Sekitar
Pembangunan Rutan di Desa Ngrawoh, Tegalgede, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (2/12/2023)
(Sumber: Afifah Rahmani Putri)
KARANGANYAR, ANTASENA.Com – Rutan yang saat ini berlokasi di jantung Kota Surakarta akan dipindahkan ke Kabupaten Karanganyar. Total luas lahan yang akan digunakan sebagai rutan baru yaitu 32.583 meter persegi yang diharapkan mampu menampung 500-1000 narapidana dari wilayah Karanganyar, Solo, dan Sukoharjo. Rencana pemindahan rutan sudah di bicarakan oleh Kanwil Kemenkuham Jawa Tengah dan Bupati Karanganyar pada awal tahun 2023.
Pemindahan ini dilakukan karena kondisi Rutan Surakarta merupakan bangunan lama yang dinilai sudah tidak memenuhi standar pembangunan yang kokoh, kapasitas narapidana yang sudah mulai melebihi batas penggunaan rutan, wilayah yang rawan banjir, dan tingkat keamanan yang rendah karena letaknya berada di pusat kota. Dipindahkannya Rutan Surakarta ke Kabupaten Karanganyar sudah diperhitungkan keamanan dan kenyamanannya, pasokan air yang memadai, lokasi yang strategis, dan sebagaimana narapidana harus di manusiakan karena haknya sebagai warga negara.
Saat ini pembangunan rutan di Desa Ngrawoh, Kecamatan Tegalgede, Kabupaten Karanganyar sudah mulai di laksanakan, Sabtu (2/12/2023). Konstruksi sudah mulai dikerjakan, truk pengangkut batu dan pasir sudah mulai berdatangan, dan fondasi awal bangunan sudah mulai terlihat dengan sekatan-sekatan yang akan menjadi rutan baru.
Salah satu pekerja menyebutkan bahwa diperkirakan target pembangunan rutan dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun. “Kami ditargetkan oleh pusat untuk menyelesaikan pembangunan rutan ini sekitar 3 tahun kedepan, saat ini kami sedang mengerjakan fondasi awal bangunan agar kokoh dan kami berharap tidak ada halangan dalam pengerjaan rutan ini terlebih saat ini sudah masuk musim hujan,” ucap Bapak Gatot, Sabtu (2/12/2023).
Fondasi Awal Pembangunan Rutan di Kabupaten Karanganyar, Sabtu (2/12/2023).
Dipindahkannya Rutan Surakarta ke Karanganyar diyakini akan menambah penghasilan warga sekitar. Peluang besar bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan usahanya, seperti usaha klontong, warung makan, supermarket, dan usaha lainnya yang pastinya akan dibutuhkan oleh para pengunjung rutan.
“Ya kulo nderek bingah didamelipun rutan teng daerah kulo, amergi saget nambah peluang kulo anggenipun pajenengan nasi goreng jualan kulo niki,” ucap Bapak Muklis, penjual nasi goreng di Desa Ngrawoh, Sabtu (2/12/2023), yang artinya beliau merasa senang ada rutan di daerahnya karena dapat menambah peminat penjualan nasi goreng disana.
Berbeda dengan Bapak Mukhlis, salah satu warga disana terdapat pula yang merasa terancam dengan adanya rutan di daerah mereka. “Kulo ngroso wedi arep enek rutan teng kene, kulo wedi nek napine tibo-tibo kabur teng ngarep rumah kulo,” ucap Ibu Nur, Sabtu (2/12/2023), yang artinya beliau merasa takut jika tiba-tiba napi yang ada di rutan tersebut kabur ke depan rumah beliau.
Sementara pertumbuhan di sektor pariwisata diharapkan dapat meningkat dengan adanya rutan pertama di Kabupaten Karanganyar, karena secara tidak langsung biasanya pengunjung rutan akan berkunjung sekalian liburan akhir pekan. Lokasi rutan baru yang searah dengan Kawasan Pariwisata Tawangmangu diharapkan menjadi salah satu pilihan pengunjung untuk liburan karena sudah terdapat berbagai pilihan wisata air, kuliner, dan penginapan disana.
Comments
Post a Comment